KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Oleh: Andi Rusdi

A. PENDAHULUAN

Kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilaksanakan setiap hari, merupakan kehidupan dari suatu kelas, dimana guru dan siswa saling terkait dalam pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan oleh guru. Keberhasilan kegiatan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru, karena guru merupakan pengelola tunggal di dalam kelas. Oleh karena itu bila siswa kurang bisa menunjukkan keterampilan dalam suatu mata pelajaran, maka tuduhan kekurang berhasilan juga tertuju pada guru. Baca lebih lanjut

Iklan

Pembentukan Konsep Perbandingan Trigonometri Melalui Masalah Real

Oleh: Andi Rusdi*

ABSTRAK

Penanaman konsep kepada siswa sangatlah tidak mudah apalagi jika materi yang diberikan memerlukan pemahaman yang lebih tinggi, kendala tersebut menyebabkan banyak guru yang mengambil jalan pintas dengan memberikan istilah-istilah yang menjadi titian ingatan agar siswa bisa memahami dengan cepat apa yang disajikan oleh guru, tapi terkadang titian ingatan yang diberikan guru tersebut tidaklah menjadi suatu hal yang baik karena siswa hanya menghafal tanpa tahu makna apa yang terkandung di dalamnya. Hal ini terjadi pada pembentukan konsep perbandingan trigonometri, dengan pemberian istilah Sidemi, Cosami, dan tandesa. Istilah-istilah ini menjadi suatu hal yang bisa menimbulkan masalah jika menghadapi masalah-masalah yang lebih rumit.

Beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam membantu siswa membentuk konsep perbandingan trigonometri, antara lain: (1) Pastikan prasyarat yaitu proyeksi, sudut dan sifat kesebangunan segitiga telah dikuasai siswa, (2) Berikan masalah nyata, yakni yang berkaitan dengan prasyarat tersebut, (3) Beri kesempatan kepada siswa untuk menemukan kembali konsep dengan strateginya sendiri, (4) Adakan interaksi antara siswa dengan guru, siswa dan perangkat pembelajaran dan (5) Siswa dilatih mempertanggung jawabkan konsep yang dibangunnya.

Kata kunci: Pembentukan, Konsep, trigonometri, masalah real Baca lebih lanjut

APLIKASI MATRIKS DALAM GEOMETRI

Oleh Andi Rusdi

Abstrak

Menentukan luas bangun datar menjadi suatu hal yang mudah jika, nilai-nilai yang diketahui yaitu unsur panjang dan lebarnya. Tetapi menjadi masalah jika hal tersebut tidak terpenuhi, menjadi suatu pekerjaan yang rumit dan perlu beberapa pendekatan untuk memperoleh luasnya, demikian juga dengan persamaan garis, persamaan lingkaran.

Salah satu alternatif untuk menyelesaikan hal tersebut adalah penggunaan matriks, walaupun dalam penggunaannya dituntut kemampuan kita dapat menguasai operasi matriks khususnya determinan, dan eliminasi gauss jordan, Untuk kesemuanya ini dapat diselesaikan dengan menggunakan program aplikasi maple 10.

Kata kunci: determinan,  maple, eliminasi gaussjordan aplikasi-determinan-dalam-geometri

Alternatif Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Secara Numerik Dengan Maple 10

Andi Rusdi

Jurusan Pendidikan Matematika PPs UNM

Abstrak: Matriks menjadi suatu alternatif dalam penyelesaian sistem persamaan linear, matriks diperbesar adalah salah satu cara untuk meringkas suatu sistem persamaan linear, matriks ini pula yang digunakan untuk menyelesaikan sistem tersebut dengan berbagai metode yaitu metode invers matriks, eliminasi gauss, metode crammer. Untuk mempermudahkan proses tersebut penyelesaian digunakan bantuan aplikasi maple 10

Kata kunci: matriks diperbesar, eliminasi gauss, crammer, invers matriks, addrow, mulrow, gausselim, gaussjord. klik disini

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Andi Rusdi

Abstrak

Perbedaan antarmanusia yang tidak terkelola secara baik dapat menimbulkan ketersinggungan dan kesalahpahaman antarsesamanya. Agar manusia terhindar dari ketersinggungan dan kesalahpahaman maka diperlukan interaksi yang silih asuh (saling tenggang rasa).

Dalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan formal banyak dijumpai perbedaan-perbedaan mulai dari perbedaan gender, suku, agama, dan lain-lain. Dari karakter yang heterogen tersebut, timbul suatu pertanyaan bagaimana guru dapat memotivasi seluruh siswa mereka untuk belajar dan membantu saling belajar satu sama lain? Bagaimana guru dapat menyusun kegiatan kelas sedemikian rupa sehingga siswa akan berdiskusi, berdebat, dan menggeluti ide-ide, konsep-konsep, dan keterampilan sehingga siswa benar-benar memahami ide, konsep dan keterampilan tersebut? Bagaimana guru dapat memanfaatkan energi sosial seluruh rentang usia siswa yang begitu besar di dalam kelas untuk kegiatan-kegiatan pembelajaran produktif? Bagaimana guru dapat mengorganisasikan kelas sehingga siswa saling menjaga satu sama lain, saling mengambil tanggung jawab satu sama lain, dan belajar untuk menghargai satu sama lain terlepas dari suku, tingkat kinerja, atau ketidakmampuan karena cacat?

Jawabannya adalah melalui pembelajaran kooperatif klik disini