Analisis Korelasi

statistic-0

ANALISIS KORELASI

Korelasi Product Moment

Analisis Korelasi Product Moment
Hubungan antara variabel dapat linear ataupun nonlinear. Dikatakan linear, apabila pasangan semua titik (xi,yi) terlihat bergerombol disekitar garis lurus. Dikatakan non linear apabila pasangan titik-titik terletak di sekitar kurva non linear. Nilai yang dapat diperoleh dari korelasi adalah positif, negatif, ataupun tidak berkorelasi.
Nilai koefisien korelasi berkisar -1 sampai 1. apabila korelasi antar dua variabel bernilai 0, maka dua variabel tersebut saling bebas secara statistik.
Formula perhitungan koefisien korelasi pertama kali ditemukan oleh KARL PEARSON, dan umum disebut Pearsonian Coefficient Correlation atau The product Moment Coefficient Correlation.
Misalkan terdapat n data untuk variabel X, yaitu x1, x2, …, xn. Dan terdapat pula n data untuk variabel Y, yaitu y1, y2, …,yn.

Xi

Yi

x1

y1

.

.

.

.

.

.

xn

yn

Model yang digunakan dalam analisis korelasi adalah sebagai berikut:

korelasi
Hipotesis:
Hipotesis yang digunakan dalam menganalisis koefisien korelasi adalah:
H0: rxy = 0
Vs
H1: rxy ¹ 0
Atau dengan kata lain
H0: Korelasi antara dua variabel adalah sama dengan nol
H1: Korelasi antara dua variabel adalah tidak sama dengan nol
Kriteria penolakan H0
Statistik uji yang digunakan adalah sebagai berikut:
rumus-t1 Kriteria penolakan dengan menggunakan statistik t adalah sebagai berikut:
Tolak H0 jika
t0 > ta/2,v

Contoh soal
Sebuah Pabrik Penggilingan padi ingin diketahui kemampuan mesin produksinya. Data diamati dalam setiap jam untuk jangka waktu 20 hari. Data pengamatan disajikan sebagai berikut:

Data diinput dalam layar Editor SPSS sbb:
picture1
Selanjutnya pilih Analyze ? Correlate? Bivariate
picture21
Selanjutnya masukkan variabel waktu dan hasil kedalam “Variables”:

picture3

Output yang diberikan SPSS:
picture4picture5
Nilai r yang diperoleh
0.972
Hipotesis yang digunakan adalah:
H0: rxy = 0
H1: rxy ¹ 0
Tolak H0 jika:
t0 > ta/2,v
Dengan mengambil a=0.05 maka dari tabel distribusi t diperoleh
ttable = t0.025,18 = 2.101
picture6 Karena 17.549 > 2.101, maka gagal menerima H0.
Artinya terdapat korelasi yang nyata antara variabel waktu dan hasil produksi.

Satu Tanggapan

  1. duh, jadi inget mata kuliah statistik, mas. tapi dasar saya orang yang ndak suka hitung2an njlimet seperti itu, ikut kuliah hanya sekadar utk dapat nilai. itu saja, kekekeke ….info yang mantab dan mencerahkan, mas andi.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: